Merauke, Jurnal Selatan Papua — Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) dan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) KONI Papua Selatan resmi dibuka oleh Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto, mewakili Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Jumat pagi di Swiss-Belhotel Merauke.
Acara ini menjadi momen strategis dalam memperkuat struktur organisasi, mengevaluasi kinerja KONI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta menyusun langkah besar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
“Musprov adalah agenda lima tahunan untuk menyampaikan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya serta menyusun rencana kerja ke depan, termasuk pemilihan Ketua Umum KONI Papua Selatan. Saya harap forum ini berjalan aman, lancar, dan menghasilkan formulasi kerja yang efektif,” ujar Eko dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya soliditas dan kesatuan visi dalam tubuh KONI Papua Selatan guna meningkatkan prestasi olahraga di kancah nasional. Apalagi Papua Selatan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berbakat, terlebih dalam menghadapi 44 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON 2028.
“KONI tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bila sinergi berjalan baik, saya yakin Papua Selatan mampu meraih hasil maksimal,” tambahnya.
Selain PON, Eko juga menyebutkan alternatif ajang nasional seperti Indonesia Martial Art Games, Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, dan Indonesia Youth Games yang disiapkan KONI Pusat bagi cabor yang tidak dipertandingkan di PON.

Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan kepada KONI Papua Selatan atas pencapaian empat medali—dua perak dan dua perunggu—pada PON Sumut-Aceh lalu, sebagai hasil kerja keras pengurus dan atlet meski baru pertama kali berpartisipasi sebagai provinsi sendiri.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Papua Selatan sekaligus Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Merauke, Soleman Jambormias, yang mewakili Gubernur Apolo Safanpo, menegaskan pentingnya perencanaan program yang matang dan terarah.
“Tidak ada program dadakan. Semua harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Kita hanya jalankan program yang tertata, terukur, dan mendukung peningkatan prestasi,” ujar Soleman.
Ia juga menegaskan bahwa untuk tahun 2025, tidak ada hibah khusus bagi KONI. Seluruh kegiatan Rakerprov dan Musprov dibiayai oleh Biro Umum, sementara KONI berperan sebagai pelaksana teknis. Oleh karena itu, ia mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga etika, saling menghormati, dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
Beberapa poin penting dari arahan Gubernur Apolo juga disampaikan, di antaranya: setiap pengurus provinsi wajib memiliki pengurus cabang di kabupaten; pelaksanaan Porprov 2025 harus segera disepakati; serta pembinaan atlet dan pelatih harus difokuskan kepada putra-putri asli Papua Selatan.
“Besok saat pemilihan Ketua Umum, jaga tensi. Pak Gubernur tidak akan maju sebagai calon karena ingin memberi ruang bagi putra-putri daerah untuk tampil dan memimpin,” tutupnya.
Pembukaan Rakerprov dan Musprov KONI Papua Selatan 2025 dihadiri oleh 33 cabang olahraga, para ketua dan perwakilan KONI dari empat kabupaten, serta seluruh pengurus KONI Papua Selatan. (Ci)











Leave a Reply