Jurnal Selatan Papua

Berita untuk kita

Gubernur Apolo Pimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Merauke

Merauke, Jurnal Selatan Papua – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bertindak selaku inspektur upacara peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) di Lapangan Kodim 1707/Merauke pada Jumat (2/5/2025) pagi.

Hari pendidikan nasional jatuh pada 2 Mei setiap tahun. Upacara diikuti para guru,siswa-siswi dan pengawai dilingkup Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke.

Nyaris seluruh peserta yang mengikuti upacara menggenakan pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air. Disela-sela suasana upacara, Gubernur Apolo membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti dalam rangka hardiknas.

Dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Gubernur, Menteri Abdul mengajak partisipasi semesta wujudkan Pendidikan bermutu untuk semua.Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekedar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba.

“Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa. Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan,” kata Menteri Abdul dalam pidatonya.

Di dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sesuai amanat Konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa.

Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkan kembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homo educandum) yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual.

Dalam konteks kebangsaan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial-politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa. Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas.

Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumberdaya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.

Masih dalam sambutan, Menteri Abdul menyebut melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan. Untuk itu, Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana-prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, dan kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan.

Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban. Para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita luhur.

Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak baik pemerintah, orang tua,
masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Pemerintah sebagai penyelenggara negara
tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumberdaya dan sumberdana. Perlu
dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat
berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah
melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu.
Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata
kelola, pembinaan, dan kinerja guru.

Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan
Kecerdasan Artifisial (AI).

Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama.

Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu dan anak-anak.

“Dengan semangat hari Pendidikan Nasional, mari kita saling bergandeng tangan,
bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua,”tutup Menteri Abdul Mu’ti dalam pidatonya. (Ci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *