Merauke, Jurnal Selatan Papua – Kegiatan lomba mewarnai dalam ajang Festival Mr-Oke Kolaborasi memperingati Hari Kebudayaan Nasional 2026 mendapat apresiasi dari para guru pendamping yang turut membawa anak didik mereka mengikuti perlombaan tersebut. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Merauke, dinilai menjadi wadah positif untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan seni anak sejak usia dini, Sabtu (24/10/2026)
Apresiasi tersebut disampaikan Mubayana, guru pendamping dari TK Baitul Aqroom Merauke. Ia mengaku sangat antusias dengan pelaksanaan lomba mewarnai yang setiap tahun diselenggarakan oleh Chapung Art Kolaborasi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk belajar, berkompetisi, serta meningkatkan kepercayaan diri.
“Lomba mewarnai yang setiap tahun diadakan oleh Chapung Art yang berkolaborasi dengan para seniman di kabupaten Merauke ini sangat luar biasa. Kami selalu antusias mengikuti kegiatan ini. Dari yang kami lihat, setiap tahun ada peningkatan, terutama pada hadiah-hadiah yang disiapkan panitia, yang juga sangat memuaskan tak hanya bagi peserta tapi bagi kami guru pendamping,” terang Mubayana.
Ia menilai konsistensi penyelenggara dalam menghadirkan kegiatan seni bagi anak-anak merupakan hal positif yang perlu terus didukung. Melalui perlombaan seperti ini, anak-anak dapat mengenal dunia seni dengan cara yang menyenangkan sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dalam memadukan warna dan menghasilkan karya sesuai imajinasi masing-masing.
Mubayana menjelaskan, pihak sekolah juga melakukan persiapan sebelum para murid mengikuti perlombaan. Sebagai guru pendamping, mereka memberikan pembekalan sederhana agar anak-anak lebih memahami teknik dasar mewarnai dan dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Salah satu persiapan yang dilakukan adalah memberikan pemahaman mengenai jenis dan perpaduan warna, termasuk gradasi warna. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak mengenali kesesuaian warna, melatih ketelitian, serta mengembangkan kreativitas saat menuangkan ide ke dalam gambar.

“Sebagai guru, kami juga sangat antusias. Sebelum mengikuti lomba, ada sedikit pelatihan yang kami berikan kepada murid-murid yang akan terlibat, di antaranya memberikan pemahaman tentang warna maupun gradasi warna,” ungkapnya.
Menurutnya, pendampingan sebelum perlombaan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran anak. Dengan adanya arahan dari guru, anak-anak tidak hanya mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh pengetahuan dasar yang dapat diterapkan dalam kegiatan seni di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Lomba mewarnai dalam Festival Mr-Oke Kolaborasi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional 2026. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak usia dini untuk mengenal dan mengembangkan potensi seni sejak awal, sehingga minat dan bakat mereka dapat terus diasah melalui kegiatan yang positif.
Antusiasme guru dan peserta menunjukkan bahwa kegiatan seni memiliki tempat tersendiri dalam mendukung pendidikan dan perkembangan kreativitas anak. Melalui kegiatan yang diselenggarakan secara berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak yang berani berkarya, percaya diri menunjukkan kemampuan, serta memiliki ketertarikan terhadap seni dan kebudayaan.
Mubayana berharap kegiatan lomba mewarnai yang diinisiasi Chapung Art dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan ruang belajar dan berkreasi yang semakin baik bagi anak-anak di Kabupaten Merauke. Dengan demikian, Festival Mr-Oke tidak hanya menjadi ajang perayaan kebudayaan, tetapi juga sarana menumbuhkan generasi muda yang kreatif dan mencintai seni sejak usia dini. (Tya)





Leave a Reply