Yulians Charles Gomar, Anggota DPR Papua Selatan (Foto: Istimewa)
Merauke, Jurnal Selatan Papua – Sidang paripurna DPR Papua Selatan pada Sabtu (7/12/2024) nyaris berakhir dengan ketukan palu dari Ketua Pimpinan Sidang, Heribertus Silvinus Silubun.
Namun, suasana berubah saat Yulians Charles Gomar, anggota DPR Papua Selatan dari fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), tiba-tiba mengacungkan tangan dan menyampaikan protes keras terkait harga obat generik yang dianggap melampaui batas wajar.
Charles, yang dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat, menyoroti adanya apotek di Merauke yang menjual obat generik jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satu contohnya adalah obat Amlodipine, yang semestinya dijual dengan harga terjangkau namun ditemukan dihargai tidak masuk akal.
“Obat generik itu seharusnya dijual sesuai aturan. Tapi ada oknum pelaku usaha yang menaikkan harga seenaknya. Saya sendiri mendapat pengalaman langsung ketika membeli obat, dan ada yang berkata, ‘Kalau mahal, jangan beli di sini.’ Ini bukan hanya masalah mahal, ini soal aturan dan hak masyarakat,” ujar Charles dengan nada tegas usai sidang.
Charles mendesak Penjabat Gubernur Papua Selatan, Rudy Sufahriadi, untuk segera menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) di apotek-apotek yang ada di Merauke.
Ia juga meminta agar dibentuk tim terpadu yang melibatkan Dinas Kesehatan, BPOM, dan aparat hukum untuk mengawasi praktik penjualan obat yang dinilai tidak wajar.
“Jika ini dibiarkan, masyarakat kecil yang paling dirugikan, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat, mengingat Merauke adalah ibu kota provinsi, pengawasan harus lebih ketat,” tegas Charles.
Ketua Pimpinan Sidang Heribertus Silvinus Silubun merespons positif aspirasi Charles dengan berjanji segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Selatan Rudy Sufahriadi mengaku terkejut dengan adanya laporan tersebut.
“Saya baru tahu jika ada obat generik yang harusnya seharga Rp5.000, tetapi dijual hingga Rp35.000. Ini tidak bisa dibiarkan dan saya akan menggandeng dinas kesehatan serta dinas terkait dan akan segera kami tindak lanjuti,” kata Rudy dengan serius.
Masalah harga obat generik yang tidak sesuai aturan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut akses masyarakat terhadap kebutuhan kesehatan yang terjangkau. Langkah tegas dari pemerintah diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini dan memberikan keadilan bagi masyarakat Papua Selatan. (Cici)











Leave a Reply