Merauke, Jurnal Selatan Papua – Masyarakat di Provinsi Papua Selatan mulai memadati Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak pagi untuk memberikan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Pemilihan ini melibatkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati untuk pertama kalinya sejak Papua Selatan ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).
Pemilihan ini mencakup empat kabupaten di wilayah Papua Selatan, Merauke, Asmat, Boven Digoel, dan Mappi dengan total 82 distrik, 690 kelurahan/kampung, 1.089 TPS, dan 356.147 pemilih. Dari jumlah tersebut, 183.378 pemilih laki-laki dan 172.769 pemilih perempuan telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, pencoblosan di 1.089 TPS di Papua Selatan dapat dimulai tepat pukul 07.00 pagi dan akan berakhir pukul 13.00 siang, sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam PKPU. Kami berharap proses ini berjalan lancar hingga tahap akhir,” ujar Theresia di Merauke, Rabu (27/11/2024).
Tiga Kategori Pemilih
Theresia menjelaskan bahwa para pemilih dalam Pilkada Papua Selatan dibagi menjadi tiga kategori.
1. Pemilih DPT (Daftar Pemilih Tetap): Pemilih yang telah terdaftar di TPS tempat domisili.
2. Pemilih DPTB (Daftar Pemilih Tetap Tambahan): Pemilih yang tidak dapat memberikan suara di TPS asalnya, seperti karena perjalanan dinas, dirawat inap, atau berada di tahanan.
3. Pemilih DPK (Daftar Pemilih Khusus): Pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT tetapi memiliki KTP elektronik dengan alamat domisili di Papua Selatan.
“Bagi pemilih DPK, cukup membawa KTP elektronik yang sesuai dengan alamat domisili. Contohnya, jika memilih di Merauke, maka alamat KTP harus berdomisili di Merauke. Petugas KPPS akan mengakomodir mereka dengan memberikan surat suara,” jelas Theresia.
Harapan KPU Papua Selatan
Sebagai pemilihan perdana untuk provinsi baru, KPU Papua Selatan melaksanakan dua jenis pemilihan secara mandiri, yaitu pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati.
“Kami berharap seluruh proses, mulai dari pemungutan suara, perhitungan, hingga rekapitulasi hasil, dapat berjalan aman, lancar, dan transparan,” ungkap Theresia.
Ia juga mengimbau seluruh warga yang terdaftar dalam DPT agar memanfaatkan hak pilihnya dengan mendatangi TPS sesuai jadwal. Bagi yang belum menerima undangan memilih, Theresia menyarankan untuk tetap datang ke TPS dengan membawa KTP elektronik agar dapat dilayani.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menentukan pemimpin terbaik bagi Papua Selatan. Mari kita bersama-sama menyukseskan Pilkada perdana ini,” tutupnya.
Pilkada tahun 2024 menjadi momentum penting bagi Provinsi Papua Selatan untuk memperkuat otonomi dan mewujudkan pembangunan yang merata, pelayanan publik yang lebih baik, serta kesejahteraan bagi masyarakatnya. (Cici)











Leave a Reply