Merauke, Jurnal Selatan Papua — Suasana penuh haru dan sukacita membanjiri GOR Hiad Sai, Merauke, ketika ribuan relawan dan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Merauke terpilih, Yoseph Bladib Gebze dan Fauzun Nihayah — yang akrab disapa Yospan berkumpul dalam acara Halal Bihalal dan Temu Kangen Tim Koalisi Merauke Sejahtera dan Relawan, Rabu (16/4/2025).
Relawan dari berbagai pelosok Merauke datang dengan semangat tinggi. Mereka bukan hanya merayakan kemenangan pasangan Yospan, tetapi juga mengungkapkan kerinduan, harapan, dan ikatan emosional yang telah terjalin selama perjuangan politik panjang dan penuh pengorbanan.
Dalam suasana yang menyentuh hati, salah satu perwakilan relawan, Valentine Minipko, menyampaikan pesan mendalam kepada Yospan.
“Kalau sudah dapat baju baru, baju lama jangan dibuang. Kalau sudah dapat posisi baru, tim koalisi dan relawan jangan dilupakan,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan.
Valentine mengingatkan bahwa perjuangan memenangkan Yospan adalah hasil kerja keras ribuan orang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keluarga.
“Kami bekerja tanpa lelah dari pagi hingga malam. Suami dan anak-anak kami tinggalkan, demi cita-cita bersama: Merauke yang lebih baik,” ungkapnya penuh haru.
Menanggapi itu, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengawali sambutannya dengan rasa terima kasih yang tulus dan komitmen kuat untuk terus menjaga komunikasi dengan seluruh relawan.
“Kita telah berjuang bersama, dan kini saatnya bekerja. Ada harapan besar rakyat yang kini kami pikul di pundak kami berdua,” kata Yoseph.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, menjelang 100 hari masa kepemimpinan mereka, akan ada agenda penting yang dipaparkan kepada masyarakat.
“Visi-misi kami sudah disampaikan ke rakyat. Kini, saatnya mewujudkan. Saya dan Ibu Fauzun bukan siapa-siapa tanpa dukungan semua pihak. Kita akan membangun Merauke bersama, bergandengan tangan,” tegasnya.
Yoseph juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terkotak-kotak dalam sekat suku, latar belakang, atau asal-usul.
“Siapa pun yang memiliki semangat membangun, itulah saudara kita. Ketika berada di Merauke, mari kita bersatu untuk kebaikan daerah ini,” ajaknya.
Sementara itu, Wakil Bupati Fauzun Nihayah tak kuasa menyembunyikan emosinya saat menyampaikan sambutan. Ia mengisahkan keputusannya meninggalkan kursi DPR Papua Selatan demi memenuhi panggilan nurani untuk melayani rakyat.
“Tiga bulan Bapak Yoseph menunggu jawaban saya. Dan saya bertanya pada hati saya, jawabannya adalah pelayanan. Politik bukan soal jabatan, melainkan tentang keberanian untuk mengabdi,” ujar Fauzun dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga berbicara lantang tentang berbagai stigma dan cobaan yang dihadapinya, termasuk tudingan sebagai “pendatang”.
“Pelayanan tidak mengenal istilah pendatang atau bukan. Yang penting adalah siapa yang mau melayani dengan hati. Dan saya memilih itu,” tegasnya.
Fauzun menegaskan bahwa hatinya telah tertambat pada misi besar bersama Yoseph Bladib Gebze untuk membangun, bukan menguasai Merauke.
“Saya yakin dengan integritas beliau sebagai birokrat luar biasa. Kami berdua siap mewujudkan Merauke yang sejahtera, adil, dan inklusif untuk semua,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Acara Halal Bihalal dan Temu Kangen ini menjadi lebih dari sekadar seremonial dan telah menjelma menjadi simbol persatuan, kesetiaan, dan tekad bersama untuk menatap masa depan Merauke yang lebih baik dan sejahtera. (Ci)











Leave a Reply