Merauke, Jurnal Selatan Papua – Warna-warni budaya Nusantara membanjiri jalanan Kota Merauke dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Merauke ke-123. Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi bagian dari perayaan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), serta berbagai etnis yang mendiami wilayah ini.
Sejak pagi hari, warga telah memenuhi jalan utama untuk menyaksikan parade budaya yang semarak. Peserta karnaval mengenakan pakaian adat khas dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan kekayaan budaya yang telah lama hidup berdampingan di Kabupaten Merauke. Selain busana tradisional, pertunjukan tari, musik daerah, dan atraksi budaya lainnya turut menyemarakkan suasana, sabtu (08/02/2025).
Merajut Persatuan di Bumi Anim Ha
Karnaval budaya ini menjadi lebih bermakna setelah secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Merauke, Haji Riduwan, dari halaman Kodim 1707 Merauke. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum ini sebagai sarana untuk mempererat kembali kebersamaan di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk merajut kebersamaan kembali di Merauke yang diikat dengan motto daerah, Izakod Bekai-Izakod Kai, setelah kemarin Pilkada terjadi gep atau kotak-kotak,” ucapnya.
Turut hadir dalam acara ini, Bupati dan Wakil Bupati Merauke terpilih, Yosep Gebze dan Fauzun Nihaya. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya serta komitmen untuk memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Merauke.

Pesona Budaya dari Ujung Timur Indonesia
Karnaval budaya tahun ini dibuka dengan barisan etnis Marind, sebagai pemilik hak ulayat Kabupaten Merauke, yang tampil dengan penuh kebanggaan. Mereka membawakan tarian khas yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir, diiringi suara tifa dan sorak-sorai yang membakar semangat para penonton.
Setelahnya, barisan peserta dari berbagai sekolah menampilkan kreativitas mereka. Anak-anak sekolah melangkah dengan percaya diri, mengenakan pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia, sambil membawa alat musik tradisional seperti gendang, angklung, dan ukulele. Tak hanya itu, beberapa kelompok juga membawakan yel-yel yang menggambarkan semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Penampilan dari berbagai suku seperti Jawa, Bugis, Batak, hingga Papua menambah semarak karnaval. Setiap kelompok menampilkan kekhasan masing-masing, dari tarian tradisional hingga pertunjukan musik khas daerah mereka. Perpaduan budaya ini menciptakan harmoni yang begitu indah, menegaskan bahwa Merauke adalah miniatur keberagaman Indonesia yang hidup berdampingan dengan damai.
Antusiasme Warga dan Harapan di Balik Karnaval
Masyarakat yang menyaksikan karnaval ini tak henti-hentinya mengabadikan momen dengan kamera ponsel mereka. Anak-anak tampak berlari kecil di antara kerumunan, terpesona oleh warna-warni pakaian adat dan atraksi yang disajikan peserta.
Ester Balaze, seorang warga yang sudah mengikuti perayaan ini sejak kecil, berharap agar karnaval budaya ini semakin besar dan bisa menjadi agenda nasional.
“Kegiatan ini bukan hanya tontonan tahunan, tetapi juga ajang edukasi bagi generasi muda. Saya berharap pemerintah daerah terus mendukung acara ini agar lebih besar dan menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah,” ujar Ester.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Yutha, seorang guru sekolah dasar yang turut serta dalam acara ini. Menurutnya, karnaval budaya adalah cara efektif untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sejak dini.
“Siswa-siswa kami sangat antusias mengikuti karnaval ini. Mereka belajar banyak hal, mulai dari menghormati budaya lain hingga memahami arti penting persatuan dalam keberagaman. Ini adalah pengalaman berharga bagi mereka,” ungkap Yutha.

Melangkah ke Masa Depan dengan Budaya
Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka HUT Kabupaten Merauke ke-123 bukan sekadar perayaan, tetapi juga bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan. Di tengah modernisasi yang semakin pesat, masyarakat Merauke tetap menjaga dan merawat warisan budaya mereka, menjadikannya sebagai identitas yang mempererat persaudaraan.
Dengan suksesnya karnaval ini, diharapkan semangat persatuan dan kebanggaan terhadap budaya Nusantara semakin mengakar di hati masyarakat Merauke. Perayaan HUT ke-123 pun menjadi bukti bahwa Merauke bukan hanya kota perbatasan, tetapi juga jendela budaya yang mencerminkan keindahan keberagaman Indonesia. (Ci)



Leave a Reply