Merauke, Jurnal Selatan Papua – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan terus mendorong peningkatan koordinasi dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).
Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, saat membuka Rapat Evaluasi dan Staf Disparekraf, Senin (4/5/2026), mewakili Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.
Dalam arahannya, Guritno menegaskan bahwa rapat evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tugas yang diberikan pimpinan dapat berjalan optimal melalui koordinasi, kerja sama, serta pembagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang jelas.
“Setiap jabatan, mulai dari kepala dinas, sekretaris, kepala bidang hingga staf memiliki peran masing-masing yang harus dipahami dalam satu sistem manajemen yang baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa manajemen kerja yang efektif tidak bertumpu pada satu pihak saja, melainkan harus dijalankan secara kolektif. Evaluasi, lanjutnya, perlu dilakukan secara terbuka tanpa adanya sikap emosional, baik dari pimpinan maupun staf.
Menurutnya, pembagian tugas yang tepat akan berbanding lurus dengan tanggung jawab, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan tepat waktu. Ia juga mengingatkan pentingnya etika komunikasi dalam menyampaikan masukan kepada pimpinan, yang harus dilakukan secara berjenjang dan profesional.
“Manajemen kantor dikatakan berjalan baik apabila koordinasi antar lini berjalan lancar dan setiap persoalan diselesaikan secara internal dengan pendekatan yang tepat,” katanya.
Lebih lanjut, Guritno mengingatkan bahwa ASN bekerja dalam pengawasan publik serta aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karena itu, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan harus diselesaikan sesuai ketentuan dan dilaporkan apabila menemui kendala. Dengan demikian, ASN dapat terhindar dari permasalahan hukum maupun administratif.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengalaman dan pembelajaran dalam meningkatkan kualitas kerja ASN. Para pegawai didorong untuk terus belajar, bertanya, serta mengambil pelajaran dari pengalaman, baik pribadi maupun orang lain.

“Pengalaman menjadi nilai tambah selain pendidikan. Jika ada pengalaman buruk, jangan diulangi. Sebaliknya, pengalaman baik harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Melalui forum evaluasi ini, ia berharap seluruh jajaran Disparekraf dapat saling berbagi pengalaman, mengidentifikasi permasalahan, serta mencari solusi bersama demi peningkatan kinerja organisasi.
Guritno juga mengingatkan bahwa sebagai bagian dari Provinsi Papua Selatan yang masih tergolong baru, para ASN dituntut untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja, sistem, serta dinamika pemerintahan yang berbeda dari kabupaten.
“Penyesuaian diri sangat penting agar kita bisa bekerja dengan nyaman dan percaya diri dalam lingkungan baru,” katanya.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh jajaran Disparekraf untuk bersatu, saling melengkapi, dan bersinergi dalam menyukseskan program-program pemerintah, serta menekankan kehati-hatian khususnya dalam pengelolaan keuangan.
Dengan penguatan koordinasi, disiplin, dan manajemen kerja yang baik, Pemprov Papua Selatan optimistis kinerja ASN Disparekraf akan semakin meningkat dan berdampak pada pelayanan publik yang lebih optimal. (Tya)



Leave a Reply