Merauke, Jurnal Selatan Papua — Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor BKPSDM Papua Selatan pagi ini. Diiringi alunan musik tradisional dan tarian Tate khas Suku Yahqai, Ferdinandus Kanakaimu putra asli Mappi, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Selatan, Jumat (9/5/2025).
Ferdinandus yang saat ini masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Mappi, tiba di kantor BKPSDM bersama rombongan besar yang terdiri dari perwakilan empat suku besar di Papua Selatan: Mappi, Asmat, Merauke, dan Boven Digoel. Mereka melakukan longmarch dari Hotel Halogen menuju kantor BKPSDM, sembari menarikan tarian Tate sebagai simbol budaya dan persatuan.
Turut mendampingi Ferdinandus adalah para anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yang menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan tokoh asli Papua tersebut. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala BKPSDM Papua Selatan, Alberth Rapami, yang langsung menerima dokumen pendaftaran secara resmi.
“Kami hanya sebagai sekretariat menerima berkas, selanjutnya panitia seleksi yang akan menentukan siapa yang lolos dalam tahapan administrasi,” jelas Alberth Rapami.
Lebih lanjut, Alberth mengungkapkan bahwa hingga hari ini sudah ada empat calon yang mendaftar, yakni Ferdinandus Kanakaimu, Sunarjo, Wilem Dacosta, dan Petrus Mahuze. Proses pendaftaran akan dibuka hingga Selasa, 13 Mei 2025, dan akan tetap berlangsung meski Senin merupakan hari libur.
Seleksi administrasi akan diumumkan pada 15 Mei, disusul uji kompetensi di BKN Pusat Jakarta pada 20–22 Mei 2025. Selanjutnya, peserta yang lolos akan menulis makalah pada 3 Juni dan mempresentasikannya di hadapan panitia seleksi pada 4 Juni di Merauke.

Dari proses tersebut, panitia seleksi akan menetapkan tiga nama terbaik untuk diajukan ke Gubernur Papua Selatan, yang kemudian akan mengusulkan satu nama ke Presiden RI sebagai Sekda definitif.
Dalam kesempatan itu, Ferdinandus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.
“Kami menyerahkan seluruh proses kepada panitia seleksi dan pimpinan daerah. Kami hanya melamar, keputusan sepenuhnya ada di tangan panitia dan gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota MRP Yohanis Okdinon yang hadir menyampaikan harapannya agar tokoh asli Papua mendapat ruang lebih besar dalam memimpin daerahnya sendiri.
“Papua memiliki kekhususan. Jabatan Sekda memang jabatan karir, tapi perlu diingat bahwa Papua diberikan Otonomi Khusus. Maka hak ini harus dijaga dan diambil oleh orang asli Papua,” tegasnya.
MRP Papua Selatan, lanjutnya, akan terus mengawal proses ini sebagai bagian dari amanat negara untuk menjaga hak-hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah, laut, hutan, politik, hingga pemerintahan.
Kehadiran Ferdinandus Kanakaimu dan para tokoh adat dalam prosesi ini menjadi simbol kuat perjuangan kultural dan aspirasi orang asli Papua untuk menentukan arah pembangunan di tanah mereka sendiri.
Sebelumnya Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan resmi membuka pendaftaran seleksi terbuka untuk posisi Sekretaris Daerah melalui surat resmi Nomor 05/PANSEL/VI/2025 tanggal 29 April 2025. (Ci)











Leave a Reply