Jurnal Selatan Papua

Berita untuk kita

Puluhan Babinsa Kodim 1707/Merauke Ikuti Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi

Foto bersama Pabandya Wanwil Sterdam XVII/Cenderawasih, Mayor Inf Suherman, bersama Kepala BBPP Kupang, Indra Zakariya Rayusman. (Dok. Pen.Kodim 1707/ Merauke)

Merauke, Jurnal Selatan Papua – Puluhan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 1707/Merauke, mengikuti pelatihan manajemen pendampingan pompanisasi dalam rangka meningkatkan kemampuan dan peran mereka dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Aula Anim Ha, Markas Kodim 1707/Merauke, Jalan Raya Mandala, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa ( 22/10/2024).

Acara pelatihan ini dipimpin langsung oleh Pabandya Wanwil Sterdam XVII/Cenderawasih, Mayor Inf Suherman, bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang, Indra Zakariya Rayusman.

Dalam sambutannya, Mayor Inf Suherman menyampaikan amanat Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito yang menekankan pentingnya pelatihan ini untuk membekali Babinsa dengan kemampuan pendampingan pompanisasi guna mendukung ketahanan pangan di wilayah Papua Selatan.

“Provinsi Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke, memiliki potensi pertanian yang sangat luas. Oleh karena itu, wilayah ini dipilih untuk perluasan area tanam. Pangdam XVII/Cenderawasih sangat mendukung program ketahanan pangan ini,” ujar Mayor Inf Suherman.

Sementara itu, Kepala BBPP Kupang, Indra Zakariya Rayusman, menjelaskan bahwa kegiatan Pertambahan Areal Tanam (PAT) melalui program pompanisasi bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan memperluas area tanam nasional.

“Pompanisasi merupakan salah satu solusi yang diambil untuk menghadapi tantangan cuaca dalam meningkatkan produksi padi nasional” tambahnya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 22-24 Oktober 2024, dengan materi yang diberikan oleh Widyaiswara Ahli Madya BBPP Kupang, Hendro Cahyono.

Para Babinsa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh guna mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Papua Selatan.

Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara TNI dan Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi potensi darurat pangan dan menjaga stabilitas produksi pangan di Indonesia. (Linus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *