Jurnal Selatan Papua

Berita untuk kita

Agrinas Palma Matangkan Rencana Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Pangan di Papua Selatan

Merauke, Jurnal Selatan Papua – PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) mematangkan rencana pengembangan kawasan perkebunan dan pangan di Papua Selatan melalui dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah dan masyarakat adat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rencana pengembangan kawasan mempertimbangkan kondisi sosial, karakter wilayah, hak masyarakat adat, serta potensi ekonomi setempat, Jumat (25/09/2026).

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara jajaran Agrinas Palma Nusantara dan Lenis Kogoya, Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani, Wakil Direktur Utama Kusdi Sastro Kidjan, serta jajaran perusahaan.

Pembahasan dalam pertemuan itu berfokus pada pemahaman terhadap struktur masyarakat adat, pemetaan wilayah, dan pentingnya melibatkan masyarakat sejak tahap persiapan. Pemetaan diperlukan untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi dikembangkan serta area yang perlu dilindungi dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan sosial.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pengembangan kawasan di Papua Selatan tidak hanya berkaitan dengan potensi lahan dan investasi, tetapi juga harus memperhatikan masyarakat yang hidup di wilayah tersebut.

Menurut Abdul Ghani, pemahaman terhadap masyarakat, adat, dan ruang hidup menjadi bagian penting dalam mempersiapkan setiap tahapan pengembangan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum melanjutkan rencana pengembangan.

“Bagi kami, pembangunan di Papua Selatan bukan hanya tentang potensi lahan atau investasi. Yang sama pentingnya adalah memahami masyarakat, adat, dan ruang hidup mereka. Karena itu, kami ingin mendengar lebih dahulu, berdialog secara terbuka, dan mempersiapkan setiap tahapan secara cermat agar program yang dikembangkan benar-benar dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat Papua,” ujar Abdul Ghani.

Sementara itu, Lenis Kogoya menekankan pentingnya pemahaman terhadap struktur masyarakat adat dan pemetaan wilayah sebelum kegiatan pengembangan dilaksanakan di lapangan. Menurut dia, kejelasan batas wilayah, kesepakatan, serta bentuk keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

“Sebelum kegiatan dimulai, wilayah dan masyarakat adatnya harus dipahami. Perlu ada peta yang jelas, kesepakatan yang jelas, dan pembahasan sejak awal tentang bagaimana masyarakat ikut terlibat serta memperoleh manfaat,” kata Lenis.

Sebelumnya, Agrinas Palma Nusantara telah melaksanakan sosialisasi program Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Kampung Anggai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari proses dialog untuk memberikan gambaran mengenai program sekaligus menghimpun pandangan masyarakat.

Rencana pengembangan kawasan yang mencakup area sekitar 400 ribu hektare di Papua Selatan itu saat ini masih memerlukan kajian dan pemetaan lebih lanjut. Penentuan lokasi, peruntukan lahan, serta tahapan pengembangan akan dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, aspek sosial, hak masyarakat adat, dan potensi ekonomi daerah.

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat mandat mendukung kemandirian pangan dan energi nasional, Agrinas Palma Nusantara menargetkan pengembangan kawasan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi produksi, tetapi juga membuka peluang kerja, menggerakkan perekonomian setempat, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat dalam rantai nilai sektor perkebunan dan pangan.

Melalui program KSPEAN, perusahaan berupaya mendukung Asta Cita Presiden sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Untuk itu, Agrinas Palma Nusantara akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan rencana pengembangan kawasan di Papua Selatan berjalan sesuai dengan karakter wilayah, menghormati adat dan masyarakat Papua, serta memberikan manfaat berkelanjutan. (Tya)

Tentang PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero)

PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berperan mendukung kemandirian pangan dan energi nasional melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan. Perusahaan mengedepankan tata kelola yang baik, profesionalisme, keberlanjutan, riset dan pengembangan, serta penciptaan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *