Merauke, Jurnal Selatan Papua — Kegiatan edukasi “Sekolah Malaria” yang dilaksanakan di Balai Kampung Isanombias, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Kamis (12/3/2026), mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyakit malaria serta dukungan terhadap target pemerintah dalam mewujudkan eliminasi malaria di Kabupaten Merauke.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait definisi malaria, penanganan saat muncul gejala, efektivitas pengobatan tradisional dan medis, hingga langkah-langkah pencegahan untuk menekan perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria.
Kepala Kampung Isanombias, Panut, menyatakan bahwa pemerintah kampung berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk melalui kesiapsiagaan layanan rujukan.
“Pemerintah kampung siaga selama 24 jam dengan dukungan mobil siaga untuk mengantar warga yang sakit ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Pustu, Puskesmas, maupun rumah sakit,” ujarnya.

Dalam mendukung layanan kesehatan tersebut, pemerintah kampung mengalokasikan anggaran tahunan untuk vitamin dan obat-obatan sebesar Rp26.140.000. Selain itu, insentif bagi delapan kader Posyandu diberikan sebesar Rp250.000 per orang per tahun dengan total Rp24.000.000.
Pemerintah kampung juga memberikan dukungan kepada kader Perkasa sebesar Rp3.000.000 setahun, serta bantuan transportasi bagi tiga kader malaria sebesar Rp150.000 per bulan atau Rp3.000.000 per tahun.
Selain itu, dialokasikan pula anggaran sebesar Rp3.000.000 untuk pengadaan sarana kesehatan berupa tiga unit tensimeter dan tiga unit pen lancet.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan serta penanganan malaria semakin meningkat, sehingga mampu memperkuat upaya pencapaian target nasional bebas malaria pada tahun 2030. (Tya)











Leave a Reply